oleh

Perjalanan Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) Sejak Tahun 1945

 

NO.

TANGGAL

URAIAN

1. 18 Agustus 1945 Sejalan dengan isi Proklamasi Kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia 17 Agustus 1945 dan oleh sebab itu Presiden RI Ir. Sukarno memberikan surat instruksi kepada Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi dalam kapasitasnya sebagai Penghubung Revolusi ‘45 untuk meneruskan pelaksanaan Proklamasi keseluruh Jawa dan Madura. Dalam intruksi Presiden Rl. tersebut Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi diminta segera membebaskan para narapidana atau tahanan politik sekaligus mengadakan penampungan bekas tawanan perang (POW) dari penjara-penjara seluruh Indonesia. Demi mengemban tugas itulah tercetus ide pendirian LMR-RI bersama-sama: Dr. R. Mustopo dan Saimun zain.
2 21 Mei 1946 Konsep Anggaran Dasar LMR-RI mulai dirancang oleh Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi sewaktu mengikuti latihan Ketentaraan di Asrama Republik Indonesia, Solo hingga lulus diploma dengan hasil terbaik.
3 17 Agustus 1946 LMR-RI di deklarasikan pertama kali bertempat di Jl.Merbabu No.l Yogyakarta. Hadir dalam kesempatan itu antara lain Let.Kol.Sugiri, Mayor Slamet Riyadi, H.S. Hadiprawiro dan Iain-lain.
4 5 September 1946 LMR-RI melalui seksi “P” yang berkedudukan di Jl. Kawi No.27 Malang berhasil membongkar jaringan agen rahasia NICA, RECOMBA, RANTE MAS, DJAGO.
5 1 Oktober 1946 LMR-RI membantu pemerintah dengan menyerahkan sebanyak 80 peti emas batangan dan 40 peti emas bubuk (bullion) yang diserahkan Letkol Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi kepada Dr.Moh. Hatta dan Mr. Sjahrir untuk dijadikan modal bagi pembentukan Kabinet Parlementer (Sjahrir).
6 21 Juli 1947 Pendiri LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi selaku Komandan Resimen Penggempur Istimewa (dibawah komando MBP/TCDT Dr.R. Mustopo) berada di medan pertempuran melawan Agresi Belanda I
7 18 September 1948 LMR-RI, turut berperan menumpas pemberontakan PKI Madiun Pimpinan Muso.
8 19 Desember 1948 Beberapa Tokoh dan unsur LMR-RI terlibat dalam pertempuran melawan Agresi Belanda II.
9 23 Juni 1949 Berdasarkan perintah Panglima Besar Jenderal Sudirman, maka Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi sebagai pendiri dan penanggung jawab LMR-RI mengadakan Kongres Sentral Komando Angkatan perang Gerilia Total Jawa Timur bertempat di Gunung Kawi, Malang Selatan.
10 30 Desember 1949 LMR-RI mengadakan penampungan pejuang dan veteran perang berkenaan pengakuan kedaulatan Republik Indonesia oleh Belanda.
11 21 Januari 1950 Markas Reclasseering berpindah dari Sengguro ke Jl Lowokwaru Kota Malang.
12 23 Maret 1950 Kantor dan kediaman Ketua Umum LMR-RI pindah dari Malang ke Jl.Batutulis No.34 Bogor.
13 17 Agustus 1950 Secara de jure Anggaran Dasar LMR-RI disahkan melalui Akta No.29 Notaris Gusti Djohan. Susunan Badan Pengurus yang pertama Sbb:

Ketua : TUBAGUS IBNU FAD JAR GUNADI

Sekertaris : R. Ng. SISWO
Bendahara : Ny. Rd. IDHA SURJATAMA
Wakil Ketua : H.S. HADIPRAWIRO

14 27 Oktober 1950 Sehubungan pengakuan Instansi-instansi berwajib terhadap keberadaan LMR-RI, maka kantor pusat LMR-RI ditetapkan di JL.Gajah Mada 185 Jakarta Pusat.
15 23 Maret 1953 LMR-RI mengerjakan proyek pembangunan Depo Pendidikan Batalyon Infantri III Bogor. Kantor dan kediaman Ketua Umum LMR-RI bertempat di J1.Gunung Batu 467/71 Bogor.
16 21 Mei 1954 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi membuat permohonan kepada Menteri Kehakiman RI agar LMR-RI mendapat surat penetapan resmi dari pemerintah.
17 27 Juli l954 LMR-RI membentuk Gerakan Pembebasan Irian Barat (GERPI).
18 31 Juli 1954 Perubahan Anggaran Dasar LMR-RI untuk melengkapi permohonan penetapan Menteri Kehakiman RI.
19 10 Nopember 1954 LMR-RI Mengirim Barisan Pembebasan Irian Barat yang pertama.
20 12 Nopember l954 LMR-RI mendapat Surat Penetapan Menteri Kehakiman RI. No.J.A.5 / 105 / 5 Tgl.l2-Nopember-1954 yang menyatakan sah Anggaran Dasar LMR-RI untuk Negara dan Masyarakat.Melalui surat penetapan ini LMR-RI diakui sebagai Badan Peserta Hukum yang berhak atas nama sendiri menjalankan dan mengalami tindakan yang dilindungi oleh Hukum, mempunyai milik dan mempertahankan haknya dimuka dan diluar pengadilan.
21 31 Desember 1954 Pengumuman Berita Negara No.105 Tambahan Lembaran Negara No.90 tentang Sahnya Anggaran Dasar LMR-RI.
22 21 Maret 1955 LMR-RI melaksanakan program Transmigrasi Bedol Desa yang pertama dari Jawa Tengah ke Propinsi Lampung
23 1 Mei-1955 LMR-RI mengirim laskar combadnya yang kedua ke Irian Barat.
24 29 September 1955 Beberapa tokoh LMR-RI turut serta mensukseskan penyelenggaraan PEMILU yang pertama di Indonesia.
25 25 Januari 1956 LMR-RI membentuk rayon-rayon Penjagaan Keamanan Partikulir (Pengamanan Swakarsa) yang dihimpun oleh KMKBDR Biro V bersama BRM.Tjokrodiningrat untuk menjaga keamanan seluruh Jakarta Raya.
26 28 Februari 1956 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi selaku Koordinator KMKBDR bersama BRM. Tjokrodmingrat mengucapkan Sumpah Panca Prasetya di Gedung Proklamasi dan Pelantikan Oleh Presiden RI di Istana Negara.
27 28 September 1956 Ketua umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mendapat perintah selaku anggota pembantu ITPR untuk mencari bahan-bahan kepada gerombolan bersenjata dalam rangka pemulihan keamanan.
28 27 Mei 1957 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi di tunjuk oleh Jaksa Agung RI R. Soeprapto sebagai Petugas Khusus dalam bidang pengawasan Subversif Asing.
29 27 Agustus 1958 LMR-RI memfasilitasi orang-orang bekas gerombolan DI/TII untuk kembali kepangkuan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
30 19 Desember 1959 Mendapat order dari pemerintah melevering bahan material untuk pembangunan Istora Senayan menyongsong penyelenggaraan Asean Games.
31 17 Januari 1960 LMR-RI mengumpulkan tenaga rakyat di tiga desa yakni Kapuk, Kedawung, dan Pesing untuk membangun Istora Senayan dan Pembangunan rumah dinas Bank Indonesia.
32 2 Januari 1962 LMR-RI mengimpor mobil Oldjear untuk keperluan tamu negara peserta Asian Games.
33 5 Oktober 1965 Segenap komponen LMR-RI mengecam perbuatan biadab PKI dalam  peristiwa G.30.S/PKI.
34 17 Agustus 1966 LMR-RI menyumbang sembako kepada masyarakat tidak mampu melalui Kabinet Ampera.
35 13 September 1966 Sekretaris Presidium Kabinet Ampera Kolonel CKH.Soedarmono,SH mengucapkan terima kasih atas sumbangsih LMR-RI.
36 21 Juni 1970 Segenap unsur dan komponen LMR-RI seluruh Indonesia berkabung atas meninggalnya Proklamator Bangsa Indonesia Ir. Sukarno. Ketua Umum dan Staf LMR-RI menghadiri pemakaman Bung Karno di Blitar.
37 3 Juli 1971 LMR-RI berperan serta mensukseskan PEMILU Ke 2 di Indonesia dan yang pertama di zaman orde baru.
38 13 Maret 1972 Ketua Umum LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mengikuti seminar Angkatan Darat dengan tema Pewarisan Nilai-nilai Perjuangan 1945.
39 5 Juli 1977 LMR-RI turut mensukseskan PEMILU 1977
40 20 Mei 1978 Rencana pembangunan laboratorium LMR-RI di Bogor
41 26 April 1979 Ucapan terima kasih Dirjen Agraria kepada LMR-RI atas usaha dan kerjasama LMR-RI dengan Direktorat Jenderal Agraria.
42 25 Mei 1979 Ketua Umum LMR-RI menugaskan Tim Formatur untuk memilih pengurus baru, LMR-RI KOMDA Jawa Tengah, yang ditugaskan antara lain: T. Soetono Siswady, H. Basori, M Toyib dan Sutarjan.
43 6 Agustus 1979 Surat dari Kepala Direktorat Bispa yang mengingatkan kepada Ketua Umum LMR-RI agar waspada terhadap oknum-oknum yang ingin menjatuhkan nama baik LMR-RI berdasarkan temuan dan bukti-bukti yang ada pada Direktorat Bispa.
44 2 November 1980 Membantu penyelesaian ganti rugi tanah masyarakat Rawarengas, Tangerang yang akan dijadikan Bandara Internasional Soekarno-Hatta.
45 6 November 1980 Sabotase kecelakaan lalu lintas yang hampir merenggut jiwa Ketua Umum LMR-RI, dalam insiden tersebut juga menewaskan Sekretaris dan supir pribadi Ketua Umum LMR-RI.
46 28 April 1981 Surat dari Sintelkam Mabes POLRI kepada LMR-RI No. Pol : R/4- 51/IV/81/SINTELKAM tentang perlunya meningkatkan kerjasama antara LMR-RI dan POLRI.
47 17 November 1981 Surat Menteri Kehakiman RI. Ali Said, SH kepada Ketua Umum LMR-RI agar mengganti lambang LMR-RI garuda tunggal harus sesuai peraturan pemerintah Nomor 43 Tahun 1958.
48 25 November 1981 Ketua Presidium Pusat LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi mengutus Koordinator Khusus Bantuan Hukum dan Kernasyarakatan Yusuf Hofni Kilikily. BA beserta 4 orang staf LMR-RI lainnya menghadap Menteri Kehakiman RI. Ali Said, SH guna menjelaskan sejarah perjuangan LMR-RI yang sejak tahun 1946 sudah memakai lambang Garuda Pancasila sebelum Negara Kesatuan Republik Indonesia menggunakannya tahun 1957 hingga dibuat peraturan pemerintah nomor 43 Tahun 1958.
49 1 Mei 1982 LMR-RI membantu pemerintah mengamankan jalannya PEMILU dari ancaman perusuh.
50 22 April 1984 LMR-RI mengadakan acara Simposium dan Diskusi bertempat di Jalan Gunung Batu No.71 Bogor.
51 24 Desember 1984 Pengumuman Ketua Presidium Pusat LMR-RI tentang pembenahan dan pendataan ulang anggota atau pengurus LMR-RI di Pusat dan Daerah.
52 12 November 1985 Reuni anggota dan pengurus LMR-RI seluruh Indonesia dalam rangka memperingati 35 tahun berdirinya LMR-RI.
53 1 September 1986 Surat Instruksi Ketua Presidium Pusat LMR-RI No.013/2/LMR-RI/ PRESPUS/IX/1986 tentang pembekuan sementara kegiatan koordinator-koordinator / sub. Koordinator / pengurus LMR-RI ditingkat Pusat dan Daerah untuk waktu yang tidak ditentukan.
54 15 Oktober 1986 Surat Mandat Khusus Ketua Presidium Pusat No.014/SMK-PRESPUS/X/1986 diberikan kepada Tubagus Nanang Azhar untuk melaksanakan pembenahan LMR-RI dikemudian hari.
55 9 Desember 1986 Pendiri dan Ketua Umum Presidium Pusat LMR-RI Tubagus Ibnu Fadjar Gunadi meninggal dunia dalam usia 75 tahun serta dikebumikan di TPU Jl. Rante, Gunung Batu Bogor.
56 24 Oktober 1991 Pemrakarsa Rapat Anggota LMR-RI Tubagus Nanang Azhar,SH selaku pemegang Surat Mandat Khusus LMR-RI menunjuk Care Taker H. Soemarsongko Hadi.SH/Jaksa Agung Muda RI, untuk segera mengadakan reorganisasi dalam tubuh LMR-RI.
67 30 Agustus 1993 Koordinator Khusus Bantuan Hukum dan Kemasyarakatan LMR-RI Drs. Yusuf Hofni Kilikily.SH menemui Tubagus Nanang Azhar,SH dirumah Taman Pagelaran Jl. Akasia D4 NO. 101 Padasuka Bogor. Dalam pertemuan tersebut dibicarakan hal sangat penting yaitu tentang rekonsiliasi dan reorganisasi untuk mengaktifkan kembali kepengurusan LMR-RI yang telah dibekukan sementara sejak tahun 1986.
58 16 Januari 1994 Rapat Anggota LMR-RI diadakan di Gedung Juang Jl. Kramat Raya Jakarta. Hadir antara lain H. Soemarsongko Hadi,SH dan Ibu Lieke Djohan. Dalam Rapat Anggota LMR-RI tersebut ditetapkan Drs. Yusuf Hofni Kilikily. SH sebagai Ketua Umum Presidium Pusat LMR-RI yang baru dan Tubagus Nanang Azhar,SH sebagai Ketua I. Penyusunan pengurus akan dilakukan dalam Rapat Pleno lanjutan.
59 18 Januari 1994 Rapat Pleno lanjutan diadakan di kantor Pusat LMR-RI Jl. Utama Sakti I No.l Jelembar, Jakarta Barat. Rapat Pleno tersebut menetapkan Badan Pengurus LMR-RI yang baru, sbb:

Pendiri : Ibu Rd. Idha Surjahutama
Ibu Lieke Djohan

Penasehat Agung : H. Soemarsongko Hadi, SH Pembina : T. Soetono Siswady H.B. Suparlan
H. Mansyur Ahmad Ketua Umum : Drs. Yusuf Hofni Kilikily, SH
Ketua I : Tubagus Nanang Azhar, SH
Ketua II : Azis Unulula,SH
Ketua III : Tommy Pitumorang,SH
Sekretaris Jenderal : Naviri A. Sikome, SH
Wakil Sekjen I : Yunus Mait
Wakil Sekjen II : Tommy Montana
Bendahara : Ny. Titin Sumartini
Wakil Bendahara I : Teddy Abdurachman
Wakil Bendahara II : Rasyid Lulang
Wakil Bendahara III : Madjuni
Ka.Bid Pembelaan Hukum : Achmad Lulang. Sm.Hk
Wa. Kabid I : Riaman Fesawik, SH
Wa. Kabid II : Rafael Sahyudi, SH
Wa. Kabid III : Evodius Ewald, SH

60 22 Juni 1994 Pembina LMR-RI T. Soetono Siswady dan Sekretaris Jenderal Naviri A.Sikome.SH menemui Ketua I Tubagus Nanang Azhar.SH dikediaman Jl. Kembangan Utara, Jakarta Barat. Dalam Pertemuan tersebut T. Soetono Siswady mengemukakan niatnya untuk mengambil alih kepengurusan dari Drs. Yusuf Hofni Kilikily.SH karena berselisih paham mengenai pembagian hasil dari kasus tanah Jl. Wolter Monginsidi tidak adil. Dalam maksud tersebut Tubagus Nanang Azhar,SH tidak sependapat dan sempat menyarankan kepada T. Soetono Siswady agar membicarakan secara baik-baik dengan Drs. Yusuf Hofni Kilikily.SH namun T.Soetono Siswady menuduh Tubagus Nanang Azhar.SH membela serta memihak Drs. Hofni Kilikily.SH. Selanjutnya dengan memaksa T. Soetono Siswady meminta Kop Surat dan Stempel. Oleh Tubagus Nanang Azhar.SH diserahkan Kop Surat LMR-RI model lama yang berbentuk oval dan stempel LMR-RI ukuran kecil kepada T. Soetono Siswady untuk meredakan amarahnya. Selanjutnya T.Soetono Siswady tetap dengan rencananya untuk membuat Ketua Presidium Pusat LMR-RI tandingan dengan menggunakan stempel dan kop surat yang baru. Bahwa untuk keinginan tersebut Tubagus Nanang Azhar,SH menyatakan kepada T.Soetono Siswady dengan syarat bahwa kelak dikemudian hari jika terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan nama LMR-RI, maka adalah diluar tanggung jawab Tubagus Nanang Azhar,SH sebagai pemegang Mandat Tour Of duty dari pendiri. Selanjutnya diminta kepada T.Soetono Siswady agar membuat surat pernyataan dan mandat. Akhirnya T.Soetono Siswady setuju atas pernyataan dan permintaan Tubagus Nanang Azhar.SH tersebut sedangkan Sekretaris Jenderal Naviri A.Sikome.SH menjadi saksi hidup mengenai peristiwa tersebut sampai sekarang. Dengan kesepakatan tersebut maka pada hakekatnya LMR-RI adalah tetap dari satu induk LMR-RI yang resmi.
61 27 Juli 1996 Beberapa anggota LMR-RI turut menjadi korban peristiwa penyerangan kantor pusat PDI di Jl. Diponegoro, Jakarta.
62 17 Agustus 1996 Presiden RI Soeharto melalui Sekretaris Negara RI Moerdiono.SH memberikan legitimasi kepada pengurus LMR-RI periode 1994-1999. Sebanyak 6 orang Pimpinan LMR-RI terpilih diundang ke Istana Negara antara lain: Penasihat Agung : H. Soemarsongko Hadi, SH, Pembina : H.B. Suparlan,  H. Mansyur Achmad, Ketua Umum : Drs. Yusuf Hofni Kilikily, SH, Wakil Ketua Umum : Tubagus Nanang Azhar,SH. Sekretaris Jenderal : Naviri A. Sikome, SH
63 28 Mei 1997 LMR-RI secara independent turut mengawasi pelaksanaan PEMILU 1997.
64 17 Agustus 1997 Presiden RI Soeharto mengundang Pimpinan dan Staf  LMR-RI untuk menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 52 di Is tan a Merdeka, Jakarta.
65 13 Mei 1998 Terjadi kerusuhan massa di Jakarta dimana LMR-RI turut mengamankan agar penjarahan tidak meluas.
66 17 Agustus 1998 LMR-RI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 53 dalam era pemerintahan Presiden RI BJ. HABIBIE di Istana Merdeka, Jakarta.
67 22 November 1998 Pernyataan bela sungkawa seluruh komponen LMR-RI atas wafatnya para mahasiswa, masyarakat dan prajurit keamanan Negara yang gugur dalam medan juang “Reformasi”.
68 19-Mei-1999 LMR-RI mendapat akreditasi sebagai pemantau PEMILU 1999 dari Komisi Pemilihan Umum.
69 7 Juni 1999 Segenap Komponen LMR-RI secara mayoritas mendukung suksesnya Pemilu dalam era Reformasi.
70 17 Agustus 1999 Presiden RI BJ. HABIBIE mengundang pimpinan dan staf LMR-RI untuk menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 54 di Istana Merdeka, Jakarta.
71 11 Januari 2000 Ketua Umum LMR-RI Drs. Yusuf Hofni Kilikily. SH memberikan Mandat Khusus / Tour Of Duty No.043/LMR-Rl/BPH/NMS/SMK/I/2000 Kepada Tubagus Nanang Azhar.SH sebagai persiapan Penyerahan Jabatan
Ketua Umum LMR-RI secara estafet.
72 17 Agustus 2000 LMR-RI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke 55 dalam era pemerintahan Presiden RI. KH. Abdurrachman Wahid.
73 7 JuIi 2001 Pernyataan sikap Ikrar dalam suatu Forum komunikasi dialogis antara 7 (tujuh) orang anggota pengurus inti LMR-RI bertempat di Hotel Surya Baru Indah Jl. Batu Ceper No. 11 A Jakarta Pusat. Ikrar tersebut menghasilkan beberapa butir pernyataan kebulatan tekad antara lain menegakan supremasi hukum agar tercapai “PASTI HUKUM, TAAT HUKUM DAN TERTIB HUKUM”.
74 17 Agustus 2001 Ketua & staf LMRRI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-56 dalam era pemerintahan Presiden RI Ibu Hj. Megawati Sukarnoputri.
75 28 Oktober 2001 Diadakan rapat anggota LMR-RI bertempat di Jl. Kepu Selatan 52 Jakarta Pusat. Rapat anggota tersebut menetapkan Tubagus Nanang Azhar, SH sebagai Ketua Umum Presidium Pusat LMRRI periode tahun 2001-2006.
76 15 Nopember 2001 Pengesahan Ketua Umum Tubagus Nanang Azhar, melalui Akta No. 45 Notaris H.Rizul Sudarmadi, SH di Jakarta
77 17 Agustus 2002 Agenda LMRRI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke – 57 di Istana Merdeka Jakarta.
78 17 Agustus 2003 Agenda LMRRI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke -58 di Istana Merdeka, Jakarta.
79 17 Agustus 2004 Agenda LMRRI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke -59 di Istana Merdeka, Jakarta.
80 17 Agustus 2005 Agenda LMRRI menghadiri HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke -60 di Istana Merdeka, Jakarta.
81 22 Agustus 2005 Rapat Pimpinan LMRRI bertempat di Jl. Kartini No. 10 Kota Depok. Rapat Pimpinan tersebut membahas pembekuan BI (Badan Intelijen) LMRRI dan dukungan pinisepuh dan anggota untuk Tubagus Nanang Azhar, SH supaya tetap menjabat sebagai Ketua Umum Presidium Pusat LMRRI
82 9 September 2005 Pengesahan Ketua Umum Presidium Pusat LMRRI Tubagus Nanang Azhar dan Achmad Lulang, SmHK sebagai Sekretaris Jenderal melalui Akta No. l1 Notaris Kasir, SH di Jakarta. Pembentukan Susunan Badan Pengurus LMR­RI periode tahun 2005-2007.
83 27/28 Maret 2007 Hasil Munas Di Taman Rekreasi Wiladatika Cibubur Jakarta Timur saat ini Pengurus terpilih Ketua Umum Presidium Pusat adalah Bapak Agustinus L kilikily, SH dan Ir.Mohammad Dahlan Foudubuan sebagai Seketaris Jenderal.
84 5/6 Oktober 2013 Hasil munas II di Taman Mini Indonesia Indah Jakarta di Anjungan Rumah Adat Papua Bapak Agustinus L.Kilikily, SH, dan Ir. Mohammad Dahlan Foudubuan sebagai Sekretaris Jenderal kembali terpilih untuk memimpin LMR-RI.

 

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

2 comments

    1. Mudah-mudhaan Website Resmi LMR-RI memberikan Edukasi kepada seluruh Jajaran dari Seluruh Pengurus KOMWIL, KOMDA, KOMCAB dan KOMSEK se Indonesia. Salam Komando dan Salam Reclasseering