oleh

Tim LMR-RI Selamatkan Calon TKW Diduga Telah Disekap di Dumai, Sebelum Diberangkatkan ke Malaysia

LMR-RI, DUMAI: Terkuaknya Tenaga Kerja Wanita (TKW) yang akan disalurkan ke Malaysia melalui agen dari Pekanbaru (tidak Jelas). Seharusnya calon tenaga kerja ditempatkan di tempat yang seharusnya, tidak dengan Fitri, salah satu calon Tenaga Kerja Wanita (TKW) asal Bengkulu patut diduga keberadaan penyalur Tenaga Kerja Wanita bermain mata dengan oknum-oknum yang seharusnya bekerja sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan bekerja untuk negara. Justru malah sebaliknya.

Kejadian berawal dari informasi Kakak korban Fitri (informasi disekap) yang berada di Taiwan kepada keluarga yang ada di Tanjung Balai Karimun Kepulauan Riau. Berikutnya dari Tanjung Balai Karimun dikembangkan lagi ke Tim Lembaga Missi Reclasseering Republik Indonesia (LMR-RI) KOMDA Bengkalis. Dengan bermodal informasi yang didapat dari Tanjung Balai Karimun, tim 007 KOMDA Bengkalis melanjutkan komunikasi dengan tim KOMDA Kota Dumai (Rizal Kabid. Intelijen LMR-RI) . Lebih kurang 30 menit tepat pukul 16.20 Wib 23/9/16 tim dari Bengkalis selalu di miscall oleh nomor yang tidak dikenal. Dari kecurigaan ini, langsung tim KOMDA Bengkalis Call balik ke nomor yang bersangkutan. Ternyata nomor ini adalah nomor dari Fitri yang diduga telah disekap dan telah melarikan diri ke lokasi yang tidak diketahui. Berkat komunikasi ini, tim 007 dari KOMDA Bengkalis berhasil mengetahui dimana titik persembunyian fitri.

fitri-tkwDengan gerak cepat tim KOMDA Kota Dumai berhasil menemukan titik dimana fitri bersembunyi dengan informasi yang didapat dari tim KOMDA Bengkalis. Keberhasilan ini tidak luput juga dari kerjasama dari tim yang solid dan cepatnya analisa dan mengambil keputusan dilapangan.

Pantauan RiauExpress.com dilapangan 23/9/16, Ketua KOMDA Kota Dumai melalui Sekretaris, Afis mengatakan “Kami melakukan pengembangan setelah mendapatkan informasi yang kami dapatkan dari Tim 007 KOMDA Bengkalis yang dipimpin oleh Bapak Mislam sebagai Ketua KOMDA. Setelah kami mendapat arahan dari Ketua KOMDA Bengkalis (Bapak Mislam), kami mendapat titik terang , kami dapat menyimpulkan bahwa keberadaan saudara yang diduga telah disekap sebagai Tenaga Kerja Wanita (TKW) sebelum diberangkatkan ke Malaysia telah kami kantongi, sesuai arahan”.

“Keberuntungan berpihak kepada kami. Ternyata, setelah kami menunggu informasi yang lebih akurat, saya mendapat call dari tim 007 KOMDA Bengkalis (Ketua KOMDA), ternyata yang diduga telah disekap telah melarikan diri ke sebuah tempat dimana tidak diketahui oleh seorangpun. Dari komunikasi ini kami langsung menuju titik dimana kami akan melakukan penjemputan saudara fitri. Benar adanya, setelah sampai ternyata fitri masih trauma dan rasa takut yang mendalam kepada tim penjemputan. Dengan gerak cepat, fitri langsung kami bawa ke Polres Kota Dumai”. Jelas Afis sebagai tim 007 di Kota Dumai.

Afis menambahkan “Trauma fitri sesampainya di Polres Kota Dumai masih berlanjut dan bahkan pihak Kepolisian sulit untuk meminta keterangan yang lebih dalam guna pengembangan. Fitri terus menangis dan meminta untuk pulang kekampung halamannya. Ternyata Fitri bukan berasal dari Kota Dumai, namun dari Bengkulu. Kami juga baru mengetahui setelah memberi keterangan sekelumit ke pihak Kepolisian. Berikutnya dari Kepolisian membuatkan rekomendasi untuk Fitri guna pemulangannya melalui Dinas Sosial Kota Dumai. Dan selanjutnya kami tetap mengawal Fitri sampai Dinas Sosial benar-benar memulangkan kekampung halaman”. Harapan kami dari KOMDA Dumai hanya satu, Fitri bisa pulang ke kampung halaman dengan aman dan selamat. Peristiwa ini menjadi pelajaran bagi kita semua, jangan tergiur dengan bujuk rayu dari siapapun, apalagi masalah pekerjaan di luar negeri yang katanya gaji menggiurkan. Ini buktinya Fitri trauma gara-gara diduga telah disekap sebelum keberangkatannya ke luar negeri. Mengenai permasalahan ini kami dari KOMDA Kota Dumai sudah menyerahkan ke wilayah hukum Polres Kota Dumai. Intinya Kami LMR-RI KOMDA Kota Dumai siap bersinergis dengan pihak Kepolisian, TNI, Kejaksaan, Imigrasi dan semua elemen negara demi tegaknya NKRI”. Afis mengakhiri.

Fitri dalam keterangannya “Sebenarnya semula saya akan dipekerjakan di Kota Pekanbaru, tapi saya tidak tau ternyata saya diberangkatkan ke Malaysia. Sebelumnya saya sudah dikirimkan ke Malaysia melalui Visa pelancong dan ternyata di pekerjakan di Restoran yanga da di Malaysia dan sampai sekarangpun gaji saya tidak dibayarkan”. Keluh Fitri sambil menangis.

Fitri menambahkan “Waktu saya bekerja di Retoran di Malaysia, dalam satu hari saya hanya bisa tidur satu jam, karena dipaksa untuk tetap bekerja sampai semua beres. Makanya saya trauma dan saya minta pulang. Ternyata saya tidak mampu untuk melakukannya dalam hal pulang kekampung halaman. Dengan modal nekat, saya kabari kakak saya yang ada di Taiwan memalui komunikasi. Dan akhirnya saya sekarang disini berkat bapak-bapak dari LMR-RI KOMDA Kota Dumai dan LMR-RI KOMDA Bengkalis. Kalau saya tidak ada yang membantu, mungkin saya stress dan bahkan mungkin saya bisa gila”. Jelas Fitri sambil tersedu-sedu dan menahan rasa takut yang mendalam. [Tim-Red]

 

Sumber: Riauexpress.com

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed