oleh

Mempertahankan NKRI Bukan Hanya Tugas TNI

LMR-RI.OR.ID – LMR-RI sebagai wadah pemersatu keutuhan (NKRI) Negara Kesatuan Republik Indonesia bercita-cita tetap akan menciptakan Keutuhan NKRI dan Ketertiban Masyarakat demi kejayaan dimasa yang akan datang dengan pemanfaatan teknologi secara maksimal.

Pembelaan Negara bukan semata-mata tugas TNI, tetapi segenap warga negara sesuai kemampuan dan profesinya dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan
bernegara.

“Laju perkembangan teknologi informasi dewasa ini, menyebabkan penggunaan fasilitas chatting, facebook, twitter dan jaringan sosial media lainnya di Internet tidak lagi hanya milik “anak gaul” saja. Saat ini, tentara yang sedang bertempur di medan perang yang  dilengkapi komputer laptop juga dapat melakukan fasilitas tersebut sebagai bagian dari sistem komando dan kendali (siskodal).

Itulah fakta dari kondisi perang canggih cyber warfare yang dilaksanakan  dewasa ini di berbagai belahan dunia. Sementara kegiatan komunikasi melalui fasilitas email, chatting, facebook, twitter dan lainnya, sebenarnya hanyalah visualisasi dari sebagian kecil kemampuan dalam perang cyber warfare.

Sekilas Cyber Warfare

Cyber warfare (Cyberwar), merupakan perang yang sudah menggunakan jaringan komputer dan Internet atau dunia maya (cyber space) dalam bentuk strategi pertahanan atau penyerangan sistim informasi lawan.   Cyber warfare juga dikenal sebagai perang cyber yang mengacu pada penggunaan fasilitas www (world wide web) dan jaringan komputer untuk melakukan perang di dunia maya.

Kegiatan cyber warfare dewasa ini sudah dapat dimasukan dalam kategori perang informasi berskala rendah (low-level information warfare) yang dalam beberapa tahun mendatang mungkin sudah dianggap sebagai peperangan informasi yang sebenarnya  (the real information warfare).

Seperti contoh, pada saat perang Irak-AS, disana diperlihatkan bagaimana informasi telah diekploitasi sedemikian rupa mulai dari laporan peliputan TV, Radio sampai dengan penggunaan teknologi sistim informasi dalam cyber warfare untuk mendukung kepentingan komunikasi antar prajurit serta jalur komando dan kendali satuan tempur negara-negara koalisi dibawah pimpinan Amerika Serikat.

Berbagai aksi cyber warfare atau cyber information, berupa kegiatan disinformasi atau propaganda oleh pasukan koalisi yang telah terbukti menjadi salah satu faktor peruntuh moril dari pasukan Irak.

Di dalam konsep cyber warfare, penggunaan teknologi sistim informasi dimanfaatkan untuk mendukung kepentingan komunikasi antar prajurit atau jalur komando yang difasilitasi oleh satu sistem komando kendali militer modern, yaitu sistem NCW (Network Centric Warfare)”. Dikutip dari :

  1. Kurdinanto Sarah, M.Sc.  (Koordinator ICT Lemhannas RI)
  2. Kolonel Sus Dr. Ir. Rudy AG. Gultom, M.Sc. (Kabag. Multimedia Biro Telematika Lemhannas RI)

 

MISLAM – Ketua KIN Wilayah Prov. Riau

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed